Wilayah lingkungan kampus dan lingkaran pertemanan usia 18–25 tahun, ada sebuah ancaman yang lebih senyap dari depresi, namun lebih mematikan dari sekadar patah hati. Saya menamainya Dark Man sebuah personifikasi bagi manusia-manusia manipulatif yang bersembunyi di balik topeng kerapuhan, namun memiliki daya rusak yang mampu melenyapkan keinginan seseorang untuk bertahan hidup. Banyak dari kita tumbuh dengan keyakinan moral bahwa orang yang pernah hancur akan menjadi pelindung bagi sesama. Namun, riset psikologi dan pengalaman pahit saya membuktikan sebaliknya: bagi karakter "Dark Man", trauma adalah komoditas. Jangan terkecoh oleh air mata atau cerita penderitaan. Riset dari Ok, dkk. (2021) dalam Journal of Personality and Social Psychology secara gamblang menyebutkan fenomena ini sebagai 'Virtuous Victim Signaling'. Penelitian mereka membuktikan bahwa individu dengan sifat Dark Triad Machiavellianisme, Narsisme, dan Psikopati sering kali memposisikan diri sebagai...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya